Panduan kota

Kota yang menghadap langsung ke Samudra Hindia

Ibu kota Sumatera Barat: pelabuhan tua di pesisir barat Sumatra, tempat rendang dimasak berjam-jam dan matahari tenggelam tepat di depan meja warung kopi.

Susun rencana 3 hari
Lihat destinasi
Kota Padang dan garis pantainya dilihat dari puncak Gunung Padang

Kota Padang dan garis pantainya dari puncak Gunung Padang. Foto: Wikimedia Commons

Tentang kota

Pelabuhan tua di pesisir barat Sumatra

Padang tumbuh dari Muara Batang Arau, tempat kapal kopi dan gambir berlabuh sejak abad ke-19. Sampai sekarang kota ini jadi pintu masuk Sumatera Barat: dari sini jalan menanjak ke Padang Panjang dan Bukittinggi, atau berbelok ke selatan menuju pesisir Painan.

Hidupnya berjalan dekat laut. Warung kopi berderet menghadap barat, pasar buka sebelum subuh, dan sebagian besar percakapan berakhir dengan pertanyaan mau makan di mana.

Catatan praktis

Hujan turun sepanjang tahun, paling sering sore. Bawa payung lipat dan sandal karet, lalu sisakan satu sore tanpa rencana untuk menunggu matahari terbenam di Taplau.

0°57′ LS

Posisi kota, sedikit di selatan garis khatulistiwa

± 90 km

Jarak ke Bukittinggi lewat Padang Panjang

± 10 km

Pantai menyambung dari Taplau sampai Air Manis

Destinasi

Empat tempat di sekitar kota

Semua bisa dicapai dalam satu sore, kecuali pulau yang butuh kapal.

Pantai Padang dilihat dari Gunung Padang

Pantai Padang, disebut Taplau

Lapak jagung bakar dan penyewaan kuda berderet di sepanjang beton, dan matahari terbenam jatuh tepat di depan. Datang sekitar pukul lima sore.

Foto: Wikimedia Commons

Jembatan Siti Nurbaya di atas Muara Batang Arau

Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan merah di atas Muara Batang Arau, berlatar Gunung Padang. Paling bagus saat lampu kota baru menyala.

Foto: indonesia.travel

Pulau Sikuai dilihat dari kapal

Pulau Sikuai

Pulau kecil di seberang, sekitar satu jam naik kapal dari muara. Karang dangkal, air jernih, cocok untuk snorkeling pemula.

Foto: Wikimedia Commons

Pantai Air Manis dan batu Malin Kundang

Pantai Air Manis dan Batu Malin Kundang

Di ujung selatan, batu legenda Malin Kundang berdiri di pasir yang landai. Sore di sini lebih lengang daripada Taplau.

Foto: Indonesiakaya

Kuliner

Empat yang wajib dicoba sebelum pulang

01

Rendang

Daging dimasak berjam-jam dalam santan dan cabai sampai kuahnya menyusut dan menghitam. Paling enak dengan nasi hangat dan daun singkong.

02

Sate Padang

Sate daging sapi berkuah kuning pekat dari kaldu tulang dan tepung beras, disajikan dengan lontong.

03

Lontong gulai

Sarapan Subuh di Pasar Raya: lontong, gulai nangka, dan kuah tunjang yang pedas. Habis sebelum pukul sembilan.

04

Kerupuk Sanjai

Kerupuk singkong tipis yang dijual per bungkus di sepanjang jalan menuju pasar oleh-oleh.

Rendang

Rendang, biasanya dari daging sapi, kadang kambing. Foto: Wikimedia Commons

Rute 3 hari

Tiga hari, satu arah, tanpa buru-buru

Urutannya bisa dibalik. Yang penting jangan menumpuk dua perjalanan jauh dalam satu hari.

Hari 1

Kota dan muara

Pagi ke Pasar Raya untuk lontong gulai, siang menyusuri Muara Batang Arau dan Jembatan Siti Nurbaya, sore duduk di Taplau sampai matahari terbenam.

Hari 2

Seberang

Kapal pagi dari muara ke Pulau Sikuai. Snorkeling di karang dangkal, makan siang di pulau, kembali sebelum gelap.

Hari 3

Naik ke bukit

Sekitar 90 km ke utara lewat Padang Panjang. Ngarai Sianok dan Jam Gadang di Bukittinggi, lalu pulang sore.

Angkot dan taksi berhenti di mana saja; ojek daring jalan lancar di dalam kota. Sewa motor lebih hemat kalau ke Air Manis.

Susun rencana 3 hari

Simpan halaman ini dulu, berangkatnya nanti

Tulis rencana tiga hari versimu sendiri, lalu bekali payung dan satu jaket tipis untuk naik ke bukit.

Susun rencana 3 hari
Halaman contoh, bukan situs resmi